Minggu, 28 Juni 2009

PENGGUNAAN ALAT UKUR LISTRIK

LAPORAN PENGGUNAAN ALAT UKUR LISTRIK


I. Tujuan

Setelah selesai melakukan percobaan ini, diharapkan mahasiswa mampu :

menggunakan catu daya, basicmeter, dan multimeter untuk mengukur hambatan, tegangan, dan arus (AC, DC).

II. Alat dan Bahan

· Multimeter

· Basicmeter

· Catu Daya

· Shunt DC 1 A – 5A

· Multiplier -10 V

· Hambatan Tetap 10 - 100, 1k -10 k

· baterai 1,5 V

· Bola lampu pijar 6 V

III. Landasan Teori

Seorang teknisi elektronik biasanya memiliki alat pengukur wajib yang mereka gunakan untuk berbagai keperluan teknis yaitu avometer yang merupakan gabungan dari fungsi alat ukur amperemeter untuk mengukur ampere (kuat arus listrik), voltmeter untuk mengukur volt (besar tegangan listrik) dan ohmmeter untuk mengukur ohm (hambatan listrik).

Definisi dan fungsi masing-masing alat :

a. Amperemeter / Ampere Meter

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.

Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.

Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya.

b. Voltmeter / Volt Meter

Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik. Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat voltmeter berkali-kali lipat.

Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnet dan kuat arus. Gaya magnetic tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak saat ada arus listrik. Semakin besar arus listrik yang mengelir maka semakin besar penyimpangan jarum yang terjadi.

c. Ohmmeter / Ohm Meter

Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik yang merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alat tersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang kemudian dikalibrasi ke satuan ohm.

Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

Pengukuran arus dan tegangan dengan multimeter:

· Pilih jangkah ukur dengan lebih besar dari dengan pembacaan yang masih dapat dilakukan.

· Sambungkan meter, yakinkan sambungan pada sisi yang benar.
Meter Digital akan selamat pada penyambungan terbalik, tetapi meter analog mungkin menjadi rusak.

· Jika pembacaan melampaui skala : sesegera mungkin lepaskan dan pilih jangkah ukur yang lebih tinggi.

Multimeter sangat mudah rusak oleh perlakuan sembrono mohon diperhatikan hal ini:

· Selalu melepas meter sebelum memindah jangkah ukur.

· Selalu periksa letak jangkah sebelum dihubungkan kerangkaian.

· Jangan membiarkan jangkah ukur pada pengukuran arus (kecuali saat pembacaan ukuran). Jangkah pengukur arus paling besar resiko kerusakannya karena berada pada resistansi rendah .

Pengukuran pada titik

Pada banyak titik rangkaian sangat membingungkan, sebagai contoh pin 2 dari chip pewaktu 555 . Maka gunakan multimeter kedua.

· Hubungkan hitam ujung (negatif -) ke 0V, normalnya terminal negatif batteray atau catu daya. merah ujung (positif +) titik dimana anda menginginkan mengukur tegangan.

Measuring voltage at a point

Pengukuran tegangan pada titik.

· Ujung hitam tetap tersambung pada 0V sementara ujung merah ujung penduga berpindah keberbagai titik pengukuran.

· Anda dapat menggunakan jepit buaya ke ujung hitam multimeter terpegang sementara dilakukan pengukuran.

Tegangan pada suatu titik berarti Perbedaan tegangan antara titik-titik dengan 0V (nol volt) yang biasanya bagian negatif batteray atau catu daya. Biasanya 0V sebagai merupakan kembalian dalam diagram rangkaian.

Pembacaan skala analog:

Tilik penempatan sakelar jangkah ukur pilih skala yang berhubungan. Untuk beberapa jangkah ukur anda perlu mengalikan atau membagi 10 atau 100 seperti ditunjukan pembacaan dibawah ini. Untuk jangkah ukur teganagn AC gunakan tanda merah sebab calibrasi skala sedikit geser.

Multimeter scales

Skala Multimeter Analog
Tanpa mengecilkan arti kemunculannya
tapi pertama harus diingat bahwa hanya satu
skala yang dibaca pada yang sama!
Skala teratas digunakan untuk mengukur resistansi.

Contoh pembacaan skala ditunjukan pada:

Jangkah ukur DC 10V: 4.4V (baca langsung skala 0-10 )

Jangkah ukur DC 50V: 22V (baca langsung skala 0-50 )

Jangkah ukur DC 25mA : 11mA (baca 0-250 dan bagi dengan 10)

Jangkah ukur AC 10V : 4.45V (gunakan skala merah, baca 0-10).

Jika tidak biasa membaca skala analog sebaiknya menilik analogue display halaman seksi meter umum.

Pengukuran resistansi dengan multimeter:

Untuk Pengukuran resistansi komponen harus tidak terhubung pada sebuah rangkaian. jika anda mencoba mengukur komponen dalam rangkaian anda akan mendapati kesalahan pembacaan (termasuk jika catu dilepas) anda akan merusak multimeter.

Cara yang digunakan setiap meter sangat berbeda maka perlu latihan yang dipisahkan:

Pengukuran resistansi dengan DIGITAL multimeter

  • Letakan jangkah ukur resistansi yang mungkin lebih besar dari yang ada.
    Perhatikan penampil menunjukan "off dari skala" (biasanya kosong atau 1 pada sisi kiri). Jangan kuatir ini tidak salah,itu benar - resistansi udara sangat tinggi!
  • Sentuhkan ujung pengukur meter bersama dan periksa apakah terbaca nol.

Jika tidak nol, putar sakelar ke 'Set Zero' jika tidak coba lagi.

  • Letakkan ujung penduga ke komponen.

Jauhi sentuhan lebih dari satu sambungan pada waktu yang sama atau akan dapatkan kenaikan pembacaan!

Pengukuran resistansi dengan multimeter ANALOG:

  • Skala resistansi meter analog normalnya berada paling atas, skala ini tidak umum sebab pembacaannya terbalik dan juga tidak linear (pada penbagianya). Ini tidak menguntungkan, tetapi ini terjadi karena kerjanya meter.

Multimeter scales

Skala Multimeter Analog
Skala resistansi terletak paling atas, catat dibaca secara
terbalik dan tidak linier (termasuk jaraknya).

  • Letakan jangkah ukur resistansi yang paling sesuai.

Pilih jangkah ukur resistansi sehingga mendekati tengah skala. Sebagai contoh: dengan skala yang ditunjukkan dibawah dengan resistansi sekitar 50kohm pilih × 1kohm range.

  • Pegang ujung pengukur meter bersama dan tepatkan pengaturan didepan yang biasanya ditandai "0ohm ADJ" putar sampai jarum menunjukan nol (ingat skala 0 bagian kanan!).

Jika tidak dapat ditera pembacaan nol, maka batteray didalam meter perlu diganti.

  • Letakkan penduga pada simpangan komponen.

Jauhi sentuhan lebih dari satu sambungan pada waktu yang sama atau anda akan dapatkan kenaikan pembacaan!

Pembacaan skala resistansi:

Untuk resistansi gunakan skala lebih tinggi, tidak hanya itu dia dibaca terbalik dan tidak linear (termasuk jaraknya).

Tilik peletakan sakelar jangkah sehingga anda tahu berapa pengalinya untuk pembacaan .

Contoh pembacaan ditampilkan sebagai berikut:

Jangkah × 10ohm : 260ohm

Jangkah × 1kohm : 26kohm

Jika tidak terbiasa membaca skala analog mungkin baik jika mengunjungi analogue display halaman sesi umum meter.

IV. Prosedur Percobaan

a. Amper meter

1.




Rangkailah alat seperti gambar

1 1 = Amper meter

2 = Catu daya (Sumber Arus)




2

2. Pasanglah catu daya pada tegangan tertentu

3. Baca skala pada ampermeter

4. Ulangi langkah 2-3 untuk tegangan sumber yang berbeda.

b. Volt meter dan ohm meter




1. Rangkailah alat seperti gambar

1

1 =Volt meter/ ohm meter

2 2 = catu daya

2. Pasanglah catu daya pada tegangan tertentu

3. Baca skala pada volt meter

4. Matikan catu daya dan bacalah skala pada ohm meter

V. Hasil Pengamatan

No.

V

R

I (Teori)

I (Praktek)

1.

2,9 V

100

0,029 A

0,025 A

2.

2,9 V

50

0,058 A

0,05 A

3.

3 V

100

0,03 A

0,025 A

4.

6 V

100

0,06 A

0,055 A

5.

9 V

100

0,09 A

0,085 A

6.

12 V

100

0,12 A

0.115 A

1 komentar: